Bisnis Es Pisang Ijo ‘Paling Enak’ Bangun Kemandirian Umat

Owner Es Pisang Ijo Paling Enak

 

Hidayatullah.com–“Tidak ada yang kusukai setelah berjihad di jalan Allah selain bisnis.” Itulah salah satu nasehat dari Umar Bin Khattab Ra. Nasehat ini ternyata telah menginspirasi seorang Abu Saad bersama sang istri membangun bisnis, mulai dari bisnis herbal, buku Islam, busana muslim, dan makanan. Kini Abu Saad telah memiliki usaha kuliner franchise muslim Es Pisang Ijo “Paling Enak”.

“Usaha ini saya rintis selain untuk kesuksesan pribadi saya dan keluarga, juga untuk membantu kesuksesan orang lain,” jelas ustad yang merupakan salah satu pengurus inti di Forum Umat Islam (FUI) ini kepada Hidayatullah.com, Sabtu (01/09/2012).

Setelah menjalani usaha Es Pisang Ijo bersama-sama, Paling Enak makin membuahkan hasil. Dari sentuhan tangan dinginnya tercetak 70 pebisnis muslim. Ke 70 orang tersebut telah menjadi seorang pengusaha kecil dengan mengembang aset bisnis franchisenya.

Dari tiap gerobak, sehari bisa menghabiskan dari 35 hingga 80 porsi. 1 porsi es pisang ijo harganya Rp.7000 untuk rasa orisinal.

“Saat ini gerobak kami sudah ada 153 gerobak, dan yang sedang dalam produksi ada kisaran 15 gerobak. Jadi kurang lebih gerobak kami saat ini 163 dan masih akan bertambah dengan banyak para pendaftar franchise yang baru,” jelas Abu Saad.

Keuntungan satu porsi Es Pisang Ijo kurang lebih Rp.3000. Omset bersih satu bulan untuk 35 porsi  per hari bisa sampai Rp.3.000.000. Dalam Halalbihalal Komunitas Pebisnis Es Pisang Ijo Paling Enak di rumahnya hari Sabtu, Abu Saad mengekspresikan rasa syukurnya dengan terus memberikan motivasi kemandirian kepada jaringan komunitas pengusaha ini.

Ia berpesan agar para pengusaha es pisang ijo terus mengembangkan diri. Karena seorang muslim selain harus memiliki kekuatan akidah, juga harus kuat secara ekonomi.

“Kita harus siap bersaing dengan kekuatan ekonomi nonmuslim, kita tidak boleh diam dengan kebiasaan bekerja pada orang lain. Seorang muslim juga harus bisa memulai bisnisnya sendiri. Membuka lapangan pekerjaan bagi muslim yang lain adalah bagian dari jihad dan kesungguhan kita membela agama ini,” tambahnya lagi.

Saat ini Es Pisang Ijo Paling Enak sudah hadir di luar Jabotabek, seperti di Makassar, Kalimantan, dan Surabaya. Abu Saad  sedang mempersiapkan agar usahanya ini bisa Go International.

Namun keutamaan membantu lapangan pekerjaan umat Islam adalah sisi prioritas baginya. Dari 70 pengusaha yang dibina olehnya, hampir setengahnya masyarakat yang awalnya memiliki permasalahan ekonomi dalam keluarga.

Ia lantas merekrut, menawarkan, dan membina mereka untuk menjadi enterpreneur. Salah satunya membantu mereka dengan belajar bisnis dengan menjual Es Pisang Ijo.

Saat ini, dari satu pengusaha minimal memiliki 3 gerobak, bahkan sampai ada satu pengusaha memiliki 10 gerobak. Dari situ pemasukan finansial justru lebih besar dari pekerja kantoran. Itulah tujuan Abu Saad, selain berdakwah menguatkan akidah umat, ia juga ingin umat kuat dan mandiri secara ekonomi.*

Rep: Thufail Al-Ghifari
Red: Syaiful Irwan

 

Hidayatullah.com–“Tidak ada yang kusukai setelah berjihad di jalan Allah selain bisnis.” Itulah salah satu nasehat dari Umar Bin Khattab Ra. Nasehat ini ternyata telah menginspirasi seorang Abu Saad bersama sang istri membangun bisnis, mulai dari bisnis herbal, buku Islam, busana muslim, dan makanan. Kini Abu Saad telah memiliki usaha kuliner franchise muslim Es Pisang Ijo “Paling Enak”.

“Usaha ini saya rintis selain untuk kesuksesan pribadi saya dan keluarga, juga untuk membantu kesuksesan orang lain,” jelas ustad yang merupakan salah satu pengurus inti di Forum Umat Islam (FUI) ini kepada Hidayatullah.com, Sabtu (01/09/2012).

Setelah menjalani usaha Es Pisang Ijo bersama-sama, Paling Enak makin membuahkan hasil. Dari sentuhan tangan dinginnya tercetak 70 pebisnis muslim. Ke 70 orang tersebut telah menjadi seorang pengusaha kecil dengan mengembang aset bisnis franchisenya.

Dari tiap gerobak, sehari bisa menghabiskan dari 35 hingga 80 porsi. 1 porsi es pisang ijo harganya Rp.7000 untuk rasa orisinal.

“Saat ini gerobak kami sudah ada 153 gerobak, dan yang sedang dalam produksi ada kisaran 15 gerobak. Jadi kurang lebih gerobak kami saat ini 163 dan masih akan bertambah dengan banyak para pendaftar franchise yang baru,” jelas Abu Saad.

Keuntungan satu porsi Es Pisang Ijo kurang lebih Rp.3000. Omset bersih satu bulan untuk 35 porsi  per hari bisa sampai Rp.3.000.000. Dalam Halalbihalal Komunitas Pebisnis Es Pisang Ijo Paling Enak di rumahnya hari Sabtu, Abu Saad mengekspresikan rasa syukurnya dengan terus memberikan motivasi kemandirian kepada jaringan komunitas pengusaha ini.

Ia berpesan agar para pengusaha es pisang ijo terus mengembangkan diri. Karena seorang muslim selain harus memiliki kekuatan akidah, juga harus kuat secara ekonomi.

“Kita harus siap bersaing dengan kekuatan ekonomi nonmuslim, kita tidak boleh diam dengan kebiasaan bekerja pada orang lain. Seorang muslim juga harus bisa memulai bisnisnya sendiri. Membuka lapangan pekerjaan bagi muslim yang lain adalah bagian dari jihad dan kesungguhan kita membela agama ini,” tambahnya lagi.

Saat ini Es Pisang Ijo Paling Enak sudah hadir di luar Jabotabek, seperti di Makassar, Kalimantan, dan Surabaya. Abu Saad  sedang mempersiapkan agar usahanya ini bisa Go International.

Namun keutamaan membantu lapangan pekerjaan umat Islam adalah sisi prioritas baginya. Dari 70 pengusaha yang dibina olehnya, hampir setengahnya masyarakat yang awalnya memiliki permasalahan ekonomi dalam keluarga.

Ia lantas merekrut, menawarkan, dan membina mereka untuk menjadi enterpreneur. Salah satunya membantu mereka dengan belajar bisnis dengan menjual Es Pisang Ijo.

Saat ini, dari satu pengusaha minimal memiliki 3 gerobak, bahkan sampai ada satu pengusaha memiliki 10 gerobak. Dari situ pemasukan finansial justru lebih besar dari pekerja kantoran. Itulah tujuan Abu Saad, selain berdakwah menguatkan akidah umat, ia juga ingin umat kuat dan mandiri secara ekonomi.*

Rep: Thufail Al-Ghifari
Red: Syaiful Irwan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s