Dewie Yasin Limpo Ketemu Arsyad Sanusi Karena Pisang Ijo

Politisi Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo menjalani pemeriksaan delapan jam di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/8/2011), sebagai saksi kasus surat palsu Makamah Konstitusi (MK), surat yang sempat dipakai KPU memenangkan dirinya atas sengketa suara Pileg di Dapil Sulsel I yang berproses di MK pada 2009.Setelah pemeriksaan, Dewie menolak berkomentar soal materi pemeriksaan. Ia menyerahkan kepada kuasa hukumnya, Yaser S Wahab, untuk menjelaskan perihal pemeriksaannya.

Yaser S Wahab mengatakan Dewie dicecar 26 pertanyaan oleh penyidik dalam pemeriksaan delapan jam itu.

Kepada penyidik, Dewie mengaku tak tahu-menahu soal munculnya surat palsu MK, Surat Nomor 112/PAN.MK/VIII/2009 tertanggal 14 Agustus 2009, tentang penjelasan sengketa hasil suara Pileg untuk Dapil Sulsel I.

Dalam faktanya saat itu, MK menganulir putusan KPU, karena tak merasa mengeluarkan surat teranggal 14 Agustus 2009. Karena surat asli yang dikeluarkan MK perihal yang sama namun isi berbeda, tertulis tertanggal 17 Agustus 2009.

Menurut Yaser, munculnya surat palsu MK itu justru merugikan dan tak sesuai harapannya saat menggugat di MK.

Selain bantahan itu, Dewie juga dicecar perihal pertemuan di apartemen milik mantan hakim MK, Arsyad Sanusi, di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 16 Agustus 2009.

Menurut Yaser, Dewie memang datang ke apartemen Arsyad. Namun, ada pula pertemuan lain di ruang berbeda di apartemen tersebut antara orang-orang MK.

Namun, adanya pertemuan di apartemen yang sama, untuk Dewie adalah suatu kebetulan dan bukan telah direncanakan untuk membahas konsep surat jawaban panitera MK yang dibawa Mashuri. “Tidak ada (pertemuan). Itu kebetulan ada koordinasi antara orang-orang MK. Kebetulan bu Dewie di sana. Tempatnya sama. Tidak sama ruangannya,” ujar Yaser.

Kedatangan Dewie ke tempat Arsyad, lanjut Yaser, hanya karena undangan dari anak Arsyad, Neshawati, untuk makan makanan khas Makassar, Pisang Ijo. “Ada undangan makan pisang Ijo,” katanya.

Bagi Yaser, perihal bohong tidaknya pengakuan Dewie ini akan dapat dilihat dari pemeriksaan tersangka Mashuri, saksi-saksi, dan bukti yang ada.

Di kesempatan ini, Yaser mempersilakan anggota KPU, I Gusti Putu Artha untuk melaporkan ke Mabes Polri, jika merasa pernah diiming-imingi janji uang alias suap oleh Dewie. “Kalau ada yang pernah beri uang, paling baik dia juga kasih laporan,” ujarnya.(Tribunnews.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s